SELAMAT DATANG

Senin, 26 Mei 2014

" 5 SENJATA WANITA YANG DAPAT MERUNTUHKAN LELAKI "

1. Airmatanya.. Semua pasti tahu bahwa airmata adalah senjata pemungkas setiap wanita.. Airmata adalah muara perasaan setiap wanita, baik dia disaat sedih, marah ataupn bahagia, emosinya bisa tumpah ruah dlm airmatanya.. So, para lelaki hati2lah dengan airmatanya wanita, jika memang itu untuk kebaikan, maka janganlah goyah dengan airmatanya.. 2. Senyumnya : Senyum wanita simbolik dengan kecantikan rupanya.. Sehingga trkdang kita melihat wanita cantik rupawan wajahnya,tapi akan kelihatan kaku bila tak prnh tersenyum.. Hati2lah,karna trkdng syaitan sll memanfaatkn senyum wanita sebagai anak2 panah yg akan melesat ke hati para lelaki.. Itulah mengapa Islam menyuruh untuk kita agar senantiasa menundukkan pandangan''.. 3. Kerlingan Mata/Tatapan Mata : Mata adalah jendela hati seorang wanita, kadang meskipun hatinya sedih, dia mampu menutupi dgn senyumnya, tapi coba lihat matanya,maka ia akan bercerita ttg apa yg sdng dirasakn dan trsembunyi dilubuk hati.. Tapi hati2 juga lho,karena syaitan tak akan prnah brhenti dan mencoba mengoda manusia, acapkali kerlingan dan tatap mata seorang wanita,kilat yang menyambar hati seorang lelaki, hingga lelakipn bisa goyah hnya krn kerlingan/tatapan matanya.. 4. Suaranya : Suara wanita memang brbeda dgn lainnya, selalu ada kekuatan bak magnet yg menarik ke lingkarannya, apalagi jika suara itu sengaja di buat mendayu, maka pastilah luluh hati yg mendengarnya,trkdng tanpa melihat wajahnyapun seorang lelaki bisa jatuh keranan mendengar suara wanita.. Dan syeitan selalu banyk punya kesempatan d sini.. Makanya suara wanita pun trmasuk aurat dlm Islam.. So, para wanita hati2lah dgn suaramu,, tegaslah dan bicaralah seperlunya.. 5. Langkahnya : Setiap langkah wanita, selalu ada syaitan yang menunganggi punggungnya, apalagi bila langkah itu di dukung oleh bentuk tubuh yg proposal.. Maka banyak lelaki yg luluh dn lupa diri hnya krn melihat langkah wanita yg Lemah gemulai.. Untuk itulah mengapa Islam dgn tegas menyeru kpd Laki2 dn Wanitanya,, agar ''Menundukkan pandangannya''.. Karena syaitan tak pernah brhenti menyesatkan Manusia hingga akhir dunia..

Sabtu, 24 Mei 2014

Cinta Suci Ku

Ini adalah kisahku yang mempercayai bahwa dia adalah CINTA SUCIKU yang akan kembali kepadaku. Aku senang bisa mendapatkannya kembali, karena kami sudah lama berpacaran dan hubungan kami kandas karena kehadiran orang ketiga, tapi kami sudah berjanji untuk saling mempercayai dan karena itu aku sudah sangat menyayanginya. 


Pagi itu aku sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah karena aku akan bertemu dengan dia, tapi semua tidak seperti yang kuharapkan. Tiba-tiba temanku mendekatinya lalu berbisik, aku heran dan bergumam dalam hati “kenapa Abbray ngedeketin Dinda?” “padahal kan dia tau kalau Dinda itu milikku”. Aku tidak terlalu menghiraukan, tapi entah kenapa air mataku langsung keluar dan mengalir dengan derasnya.  


Aku pun meminta tolong kepada temanku yang bernama Ade TiVani untuk memanggil Dinda “De tolong panggilin Dinda dong” “iya, tapi bilang apa?” ujar Ade. “bilang aja Arman nangis” ujarku, Ade pun berlari menuju tempat Dinda dan Munira berbicara. Tak lama kemudian Dinda datang menghampiriku dan berkata “kamu kenapa?, kok nangis?” ujar Dinda “gak papa kok Din” ujarku, “kalau gak papa kenapa nangis?” ujar Dinda. Aku hanya diam, terpaku melihatnya karena aku sungguh menyayanginya. Dinda memegang tanganku dan berkata “air matanya ngalir tuh” ujar  Dinda, “gak kok Din” ujarku sambil mengusap air mata yang memang dari tadi mengalir di pipiku. 


Tiba-tiba Munira menarik tangan Dinda membawanya pergi, aku hanya bisa diam karena aku tidak mau menunjukkan bahwa aku sangat membutuhkan kehadiran Dinda. Munira dan Dinda pun pergi meninggalkanku sendiri, aku pun bersama teman-temanku. Sudah lama kutunggu kedatangan Dinda untuk menemaniku, tapi dia berada di depan kelas bersama Munira, Rinda, Khairunissa dan Abbray. Dengan sengaja aku berjalan menuju kelas “Arman tolongin aku nah” ujar Dinda, aku pun membiarkan karena aku merasa sakit hati lalu dengan sengaja ku sapa Widya dengan wajah gembira “Widya” ujarku “iya Arman” Widya membalas sapaanku terhadapnya. 


Tak lama bell masuk kelas pun berbunyi Dinda dan Munira pun beranjak pergi dari depan kelas. Aku pun memulai pelajaran dengan keadaan yang tidak semangat, setelah belajar bell istirahat pun berbunyi aku mendapat kabar yang sangat mengejutkan, “Ar kamu tau gak kalau Abbray suka sama Dinda?” ujar Chici, “yang bener” ucapku. Belum sempat Chici berkata aku langsung pergi menghampiri Ade dan memanggil Dinda, “Dinda sini dulu” ucapku, Dinda datang “apa?” ucap Dinda, aku langsung bertanya soal Abbray. “Dinda suka kan sama Abbray, jujur aja” “gak Arman” ucap Dinda, “halah gak usah bohong Din” ujarku tak lama kemudian Munira datang dan lagi-lagi menarik Dinda dan membawanya pergi. Saat itu aku sangat lemah karena masalah itu, tapi aku mencoba untuk tetap tegar mengahadapinya. Aku pun pergi mendatangi Fajri, entah kenapa saat di sampingnya air mataku menetes karena mengingat soal Abbray yang suka sama pacarku  Dinda. 


Saat air mataku mengalir deras, aku mencoba untuk memanggilnya “Dinda” teriakku dengan suara yang sangat tidak berdaya. Dinda pun datang dan bertanya “kenapa nangis lagi?” ujar Dinda, aku hanya bertanya “benerkan kamu juga suka sama Abbray terus kamu di  tembak dia” ucapku dengan kesal. “gak tu nah Ya Allah” ucap Dinda “gak usah bohong ” ucapku. Tak lama bell masuk pun berbunyi Dinda pun pergi meninggalkanku. Saat di dalam kelas aku hanya bisa terdiam dan bersedih. Bell pulang sekolah pun berbunyi, aku pun langsung pulang ke rumah, setelah sampai di rumah aku pun mengambil Handphoneku yang ada di samping bantal tempat tidurku, dan membuka HP. Kemudian ku PING temanku yang bernama Annisa melalui BBM. “Annisa aku harus gimana?” ujarku ke Annisa melalui BBM, “kamu kacangi aja mereka” ujar Annisa, “tapi aku gak bisa kaya gitu Annisa” ucapku, “ya udah terserah kamu aja, tapi ingat jangan GALAU ya Arman” ujar Annisa menyemangatiku. Dinda pun mengirim BBM ke aku “sayang” kata Dinda “iya” balasku. Tiba-tiba perubahan sangat terlihat dari Dinda, dia tidak ada lagi membalas BBM-ku. Aku hanya bisa berkata “ya sudahlah”. 


Ketika sampai di sekolah aku hanya bisa tersenyum untuk menutupi kerapuhanku yang terjadi karena perbuatan Abbray dan Dinda sudah jadian. “ya sudahlah” ucapku dalam hati. Ketika aku berada di dalam kelas bersama Winalda teman sebangku ku “Win, kok aku ngerasa dia cinta suciku yah” ucapku pada Winalda, “itu karena Batinmu bisa ngerasain kalau memang dia cinta sucimu” ucap Winalda. “dia bakalan balik ke kamu Ar, karena dia cinta sucimu” ucap Winalda menyemangatiku, aku hanya membalas dengan senyuman. “aku yakin kamu bakalan balik lagi ke aku, karena takdirmu itu aku dan takdirku itu kamu” ucapku dalam hati, dan aku hanya mengucapkan selamat tinggal pada Dinda Tilana. 



LIMA KUNCI UNTUK MERAIH KESUKSESAN

Setiap orang ingin sukses. Yang belum sukses ingin menjadi orang sukses. Yang sudah sukses ingin lebih sukses lagi. Yang menarik adalah setiap orang sukses mempunyai ciri-ciri yang sama. Mereka punya “kunci” sukses serupa.

Apa saja?

Satu, berpikir positif. Berpikir positif sangat menentukan kadar sukses seseorang. Semakin positif pikiran seseorang, biasanya ia semakin bisa meniti tangga sukses dengan rasa percaya diri yang kuat.

Dua, percaya akan kemampuan diri sendiri. Keyakinan akan diri sendiri akan terpancar keluar sehingga orang lain juga bisa mempercayai kita. Tanpa rasa percaya diri yang besar, sukses sering kali terhambat oleh “blok mental.”

Tiga, belajar sepanjang hayat. Senang belajar berarti selalu memperbaiki kesalahan dan mencoba hal-hal baru. “Sepanjang hayat” berarti selalu membuka mata dan telinga setiap saat, sehingga bisa memahami kekurangan dan kelebihan dari setiap tindakan.

Empat, senang memberi. Memberi merupakan “bensin” kehidupan. Setiap orang memberi dalam kapasitasnya masing-masing. Yang kaya, silakan memberi dalam bentuk uang. Bagi yang sederhana, bisa memberi informasi dan tenaga. Memberi merupakan bentuk afirmasi akan kelimpahan kita di alam semesta.

Lima, sehat fisik dan mental. Jadilah seseorang yang sehat fisik dan mentalnya. Kita memerlukan kesehatan dalam beraktivitas dan berkarya bagi masyarakat.

Semoga bermanfaat. Salam sukses Luar Biasa!!!

KEHIDUPAN

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Ungkapan Kasih Seorang Ibu Meski Rela Batin Tersiksa

Sebuah peristiwa terjadi pada sebuah desa kecil. Suatu ketika, ada seorang ibu yang penuh kasih sayang kepada puteri satu-satunya pergi ke kota besar. Setelah kembali ke rumah dari kota besar tersebut, dirinya berubah total dari sebelumnya. Semula ibu ini sangat mengasihi puterinya, tak peduli seberapa larut pun anaknya pulang rumah, dia akan menunggu untuk membuatkan makanan enak dan diantarkan ke hadapan anaknya. Akan tetapi sejak pulang dari kota besar, sang ibu berubah dan tidak mau lagi mengurus anaknya, biar pun anaknya pulang sangat larut malam, sang ibu tidak pernah mengindahkannya, bahkan tidak memasak lagi di rumah. Ketika sang anak merasa lapar dan memberitahukan pada sang ibu, dia hanya menjawab dengan nada dingin: “Kamu sudah besar, apakah masih belum bisa masak sendiri?”

Dari itu, sang anak berpikir bahwa sang ibu sudah tidak sayang lagi padanya. Lalu timbul perasaan tidak senang dan benci pada sang ibu, dia mulai mencuci pakaian sendiri, menata kamar sendiri, saat lapar memasak sendiri, semua urusan harus dikerjakan sendiri, sebab biar pun dirinya merasa lelah, haus, lapar atau mengantuk, sang ibu tidak pernah memperdulikannya. Dalam hati dia beranggapan kalau sang ibu sudah tiada.
Tak seberapa lama kemudian, sang ibu pun meninggal dunia, selama selang waktu ini, sang anak sudah jauh hubungannya dengan sang ibu, bahkan bersikap dingin dan seakan bermusuhan, sehingga kematian ibunya tidak membawa dampak kesedihan sama sekali pada dirinya.

Selanjutnya, sang ayah dari puteri tersebut menikah lagi. Setelah ibu tirinya tinggal di rumah mereka, dia merasa ibu tirinya sangat baik padanya, paling tidak masih menyisakan sedikit lauk dan nasi baginya, setelah lelah seharian tidak perlu memasak sendiri, jadi hubungan dengan ibu tirinya masih terhitung cukup harmonis.
Sang anak belajar dengan keras dan akhirnya berhasil dalam ujian masuk perguruan tinggi. Akan tetapi dikarenakan kondisi ekonomi keluarga tidak baik, maka dia tidak ada dana untuk membayar uang kuliah, ketika sedang diliputi kecemasan, ayahnya menyerahkan sebuah kotak kecil kepadanya dan memberitahukan kalau sebelum ibunya meninggal dunia ada berpesan agar pada saat menemui kondisi paling sulit, baru boleh menyerahkan kotak ini kepadanya.

Sang anak menerima kotak ini dari ayahnya, ketika dibuka ternyata di dalamnya ada setumpuk uang dengan selembar surat di sampingnya.

Dalam surat tersebut tertulis pesan ibunya: “Anakku, kali itu ketika ibu pergi ke kota, sebetulnya ibu pergi memeriksakan kesehatan tubuh, setelah dilakukan pemeriksaan, barulah ibu tahu kalau ibu terkena kanker dan sudah stadium akhir. Kata dokter, sangat kecil kemungkinan untuk disembuhkan, jika harus dioperasi, biaya yang dikeluarkannya cukup banyak. Saat itu ibu hampir-hampir tidak bisa berdiri lagi. Ibu bukan khawatir akan diri ibu, akan tetapi ibu khawatir akan dirimu. Ibu berpikir jika ibu sudah tiada, bagaimana dengan dirimu nanti? Kamu masih kecil, bagaimana kamu bisa melanjutkan hidup? Bagaimana menghadapi masa depanmu?. Dari itu, sepulangnya ibu ke rumah, ibu bersikap dingin kepadamu dan ingin kamu mengerjakan sendiri semuanya, juga tidak peduli lagi padamu agar kamu membenci ibu, dengan demikian sesudah ibu sudah tidak ada di dunia ini lagi nanti, kamu tidak akan diliputi dengan kesedihan”.

“Anakku, walau ibu tidak pernah bertanya padamu, namun di dalam hati ibu sebetulnya tetap mengkhawatirkan dirimu, setiap kali kamu pulang larut malam, walau ibu tidak membuka pintu untuk melihat dirimu, namun ibu tetap menunggumu pulang. Ketika kamu pulang dengan tubuh lelah dan perut lapar, ibu membiarkanmu masak sendiri, sebab ibu berharap sesudah ibu tiada nanti, kamu bisa menjaga diri. Dulu ibu mengerjakan semuanya untukmu, namun sesudah ibu tiada nanti, siapa lagi yang akan menjagamu? Segala sesuatu di kemudian hari harus bergantung pada dirimu sendiri”.

“Ibu berlaku buruk padamu, bahkan tidak memasakkan nasi untukmu dan semua pekerjaan harus kamu lakukan sendiri, maka dengan demikian ketika nanti ayahmu menikah kembali, kamu akan berpikir bahwa ibu baru akan lebih baik dari ibu, sehingga kalian akan dapat berhubungan dengan baik dan hari-harimu akan lebih mudah dilalui.”

“Dalam kotak ini ada uang 50juta yang diberikan nenek kepada ibu. Sebetulnya ini adalah uang berobat ibu, namun ibu tidak rela menggunakannya, jadi ibu tinggalkan untukmu dengan harapan ketika nanti kamu masuk perguruan tinggi dan membutuhkan uang, kamu dapat menggunakannya. Sekarang, ibu meminta bantuan ayah untuk menyampaikannya kepadamu”.

Air mata segera mengaburkan mata sang anak, juga mungkan akan mengaburkan sepasang mata kita yang membaca kisah ini. Kasih ibu terhadap anak sungguh tanpa pamrih dan penuh akal budi, mana mungkin ada ibu yang tidak mengasihi anaknya? Ketika dia harus menahan perhatian dan kasih dalam hatinya kepada anak, harus berusaha keras untuk memperlihatkan wajah dingin kepada anaknya, sungguh sulit membayangkan, betapa menderitanya perasaan ibu ketika itu, namun demi perkembangan anak yang lebih baik dan kehidupan anak yang lebih berbahagia di masa mendatang, ibu rela menerima segala kesedihan, bahkan tidak menyesal untuk membiarkan sang anak salah paham terhadapnya.